Pengertian, Contoh dan Langkah-langkah Cara Membuat Buku Harian (Diary) Kegiatan Sehari-hari

Loading...
Berikut ini adalah pembahasan tentang buku harian yang meliputi pengertian buku harian, pengertian buku diary, contoh buku harian pribadi, contoh buku diary, cara menulis buku harian, cara menulis buku diary, cara membuat buku harian, cara membuat buku diary, langkah langkah menulis buku harian, unsur unsur buku harian, cara membuat buku diary sendiri, contoh menulis buku harian, cara menghias buku diary, contoh catatan harian, contoh isi buku diary, contoh diary kegiatan sehari hari, contoh diary bahasa indonesia, contoh penulisan buku harian.

Pengertian Buku Harian (Diary)

Buku Harian atau Diary adalah catatan kejadian yang kita alami sehari-hari. 
Sepintas, menulis di buku harian (diary) dianggap sebagai hal biasa. Padahal, tidak begitu. Selain dapat menciptakan keasyikan tersendiri, kamu dapat menumpahkan segala perasaan di buku itu. Selain itu, kamu juga dapat sekalian belajar menulis. Siapa tahu, kelak kamu dapat menjadi penulis besar.

Nah, pada bagian ini, kamu akan menulis buku harian. Pada saat menulis buku harian, jangan lupa untuk mencantumkan waktu penulisan. Hal tersebut dimaksudkan agar kamu mudah mengingat waktu dan pengalaman pada masa lalu. Agar tulisanmu menarik, tulislah buku harianmu dengan bahasa yang ekspresif.

Dengan terbiasa menuliskan catatan kehidupan di buku harian, kamu dapat belajar menulis pengalaman yang terjadi dalam suatu hari. Menulis di buku harian juga memberi kamu kesempatan seluas-luasnya untuk mengem bangkan kreativitas dengan mengungkapkan ide-ide, perasaan-perasaan (senang, sedih, kecewa, atau bangga) dalam beragam bentuk dengan bahasa yang ekspresif.

Langkah-langkah Cara Membuat Buku Harian

Langkah-langkah dalam menulis buku harian adalah sebagai berikut.
  1. Ingat-ingatlah sebuah pengalaman yang pernah kamu alami
  2. Jangan lupa, cantumkan hari dan tanggal kejadi annya.
  3. Mulailah dengan katakata menarik sesuai dengan inti pengalam an, misalnya Hari yang cerah secerah hatiku, atau Oh Nasibku.
  4. Tuliskanlah pengalaman mu tersebut dengan pilihan kata yang me narik.
  5. Libatkanlah emosimu dengan penuh perasaan sehingga tulisanmu tersebut sesuai dengan ke nyataan sebenarnya.

Contoh Buku Harian Kegiatan Sehari-hari

Mari, perhatikan contoh-contoh catatan dalam buku harian temanmu berikut.

Contoh 1

Senin, 2 April 2007

Aku sudah menduga sebelumnya. Pasti, temanteman menggosipkan aku hari ini. Ketika pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung, semua teman seperti nya sudah sepakat mengerjai aku.

"Anak-anak, hari ini, kita berlatih menulis buku harian," Bu Tika membuka pelajaran.

"Siapa yang terbiasa menulis pengalaman nya dalam buku harian?" Bu Tika memancing kami sebelum masuk pada inti pelajaran.

"Nanda, Bu!" semua serempak mengarahkan pandangan kepadaku.

"Silakan ke depan dan bacakan pengalaman mu, Nanda!"

Aku jadi bingung dan terdesak. Aku menolak secara halus. Aku beralasan tidak siap. Akan tetapi, teman sekelasku berteriak lagi.

"Ayo, kamu pasti bisa!"

Aku akhirnya benar-benar terdesak. Aku raih buku harian dan melangkah ke depan kelas dengan kaki terasa berat. Halaman demi halaman aku buka. Aku memutuskan untuk membacakan pengalaman yang terakhir. Di akhir buku tertulis "Minggu Ceria Bersama Andi". Wajahku menjadi merah padam. Terpaksa aku membacakan pengalamanku dengan suara pelan sambil kupandang Andi di ujung kelas. Ia tampak gugup dan salah tingkah. Diriku terasa semakin melayang, seperti hendak pingsan ketika kembali duduk. Terdengar riuh dan gempar seluruh kelas. Aku mau menangis, menangis, dan menangis. Akan tetapi, aku juga merasa bahagia. Itulah pengalaman sepanjang hayatku yang tidak akan terlupakan.

Kamu juga dapat mengungkapkan pengalaman, pemikiran, dan perasaan pada buku harian dengan cara lain. Perhatikanlah contoh lain dari buku harian berikut.

Contoh 2

7 Maret 2007

Waktu aku membelimu, diary, aku berniat rajin menulis padamu setiap hari, tetapi kadang-kadang tidak ada hal yang menarik untuk diceritakan. Kadang-kadang aku terlalu sibuk, atau terlalu bosan, atau terlalu marah, atau kesal, atau tidak berminat melakukan apa-apa yang tidak perlu. Kurasa aku bukan teman yang baik. Bahkan, terhadapmu. Akan tetapi, aku merasa lebih dekat denganmu daripada dengan Hani, Yanti, dan Eri yang merupakan teman-teman karibku. Bahkan, dengan mereka pun aku tidak sepenuhnya menjadi diriku sendiri. Sebagian diriku menjadi orang lain yang berusaha diterima.

Berusaha berbicara dan bersikap sebagaimana yang diharapkan; berdandan sebagaimana anak-anak lainnya. Kadang-kadang kupikir kami semua berusaha saling meniru, berusaha membeli kaset-kaset lagu yang sama, dan sebagainya meskipun kami tidak menyukai kaset-kaset itu. Anak-anak sudah seperti robot, semuanya seragam. Padahal, aku tidak ingin menjadi robot.

Sumber: Go Ask Alice, 2004, dengan penyesuaian

Dalam Contoh 1 dan 2, pengalaman yang diungkapkan adalah berisi tentang pengalaman temanmu berdasarkan waktu peristiwa yang dialaminya, kemudian menuliskannya dalam buku harian. Bahasa yang digunakan dalam buku harian tersebut menggunakan bahasa yang ekspresif dan mudah dipahami.

Dalam Contoh 1, terdapat penggunaan kata ganti. Ayo, perhatikan contoh kata ganti berikut.
  1. Kata ganti orang pertama: Aku sudah menduga sebelumnya.
  2. Kata ganti orang kedua: Ayo kamu pasti dapat!
  3. Kata ganti orang ketiga: Ia tampak gugup.

Baca juga: Membaca Teks Perangkat Upacara

1 Response to "Pengertian, Contoh dan Langkah-langkah Cara Membuat Buku Harian (Diary) Kegiatan Sehari-hari"