Terlalu Sering Diusir Warga Saat Kampanye, Ahok-Djarot Tak Pantas Pimpin Jakarta

Loading...
Pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat kerap mendapatkan penolakan saat melakukan blusukan selama masa kampanye. Sampai hari ini, Ahok-Djarot masih kerap mengalami penolakan. Beberapa daerah yang sempat menolak keduanya adalah Rawa Belong, Kedoya Utara, Karang Anyer dan Pasar Ikan.

Kampanye Ahok Ditola di Ciracas

Kampanye yang dilakukan cagub pejawat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mendapat penolakan. Kali ini, sekelompok orang menolak saat Ahok berkampanye di Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (15/11/2016).

Hal tersebut terjadi saat Ahok meninjau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Ciracas, Jaktim. Saat itu, puluhan orang melakukan unjuk rasa menolak kehadiran Ahok. Mereka menolak Ahok lantaran dianggap menistakan Alquran.

Kapolsek Ciracas, Komisaris Polisi Tuti Aini, mencoba mengajak berdialog para warga yang melakukan aksi demo. Namun, puluhan orang tersebut tetap mendesak Ahok untuk pergi dari wilayah tersebut. Melihat hal tersebut, massa PDI Perjuangan yang ikut mengawal kampanye Ahok menjadi emosi. (Republika)
Demo Penolakan Ahok-Djarot, bukti bahwa warga Jakarta semakin Cerdas
Gambar: Demo Penolakan Ahok-Djarot, bukti bahwa warga Jakarta semakin Cerdas

Djarot Ditolah di Sawah Besar

Sehari sebelumnya, Calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat ditolak sekelompok warga saat kampanye di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Warga memasang spanduk penolakan dan menghalangi jalan Djarot.

Pantauan detikcom di RW 06, Jalan F, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016), warga sudah berkumpul sejak pukul 08.30 WIB. Mereka memasang spanduk dan karton yang berisikan penolakan terhadap Djarot. Sekelompok warga tersebut juga menutup portal ke Jalan F.

Puluhan polisi juga berjaga di sekitar lokasi kampanye. Pukul 10.25 WIB, ada seorang warga yang berteriak mengabarkan keberadaan Djarot di RW 07. Warga pun buru-buru berlari mengejar. (Postmetro)

"Penista Agama Tak Pantas Pimpin Jakarta"

Penolakan terhadap pasangan Calong Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta Ahok-Djarot masih akan terus bergulir, Warga Jakarta sudah mulai pintar dan tidak mau dibohongi lagi oleh Sang Penista Agama. "Penista Agama Tidak Pantas Pimpin Jakarta" Tegas Relawan.

0 Response to "Terlalu Sering Diusir Warga Saat Kampanye, Ahok-Djarot Tak Pantas Pimpin Jakarta"

Post a Comment