Pengamat: "Jika Teroris Riil Ada di RI, Maka Ahok dan Pejabat Pelindungnya Sudah Lama Lenyap!"

Loading...
Penemuan benda diduga bom di sebuah rumah di Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi (10/12), memunculkan berbagai spekulasi. Apalagi dikonfirmasi bom yang belakangan disebut sebagai “bom rice cooker” itu bakal digunakan untuk meledakkan Istana Negara pada Minggu (11/12) pagi.

Pengamat politik Ma’mun Murod Al Barbasy meragukan rencana bom rice cooker itu akan dipakai untuk meledakkan Istana. “Mendengar berita seperti itu, apalagi sampai tayang live di tv, saya geli juga. Dalam hati saya bicara, ini dagelan apalagi? Masa sih orang yang diduga akan meledakan Istana Negara tampilannya tidak cukup meyakinkan dan bomnya ditemukan di Bekasi,” kata Ma’mun Murod (12/12).

Kata Ma’mun, bom ‘rice cooker’ hanya tipuan dan pengalihan isu kasus yang menjadi sorotan rakyat Indonesia, utamanya kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Saya punya hak konstitusi untuk bicara soal hal ini. Secara konstitusi saya dilindungi UUD NRI Tahun 1945 (ini penulisan yang benar) untuk mengkritisi semua kebijakan negara. Apalagi kalau negara mencoba tampil mendominasi dan menghegemoni masyarakat, maka kita mesti harus melawan hegemoni tersebut. Kita harus lawan setiap wacana dominan yang mencoba ditawarkan dan dilakukan oleh negara,” beber Ma’mun.
Ma’mun Murod Al Barbasy

Menurut Ma’mun, berdasarkan logika sangat sederhana, kalau teroris di Indonesia nyata adanya, maka tak perlu ada Aksi Bela Islam 411 dan 212. Aksi itu merupakan merupakan bentuk lunak dari kemarahan umat Islam terhadap Ahok dan juga aparat hukum yang lembek dan lelet dalam memproses kasus penistaan al-Qur’an yang dilakukan Ahok.
Kalau teroris riil ada di Indoneaia, maaf, maka Ahok, termasuk pejabat-pejabat yang diduga ‘melindungi’ Ahok sudah lama ‘dilenyapkan.”
Tak hanya itu, kata Ma’mun, aparat yang menangani teroris sering menyebut di Indonesia banyak jihadis-jihadis alumni Afghanistan, Poso, al-Qaidah, anggota ISIS yang konon punya kemampuan merakit bom dari mulai yang low sampai high explosive.

Kalau benar alumni-alumni tersebut benar adanya, percayalah Ahok tak akan mempunyai keberanian untuk melakukan kampanye ke mana-mana. Pasti alumni-alumni itu akan menjadikan Ahok sebagai target untuk dilenyapkan. Ke mana pun Ahok kampanye pasti akan diintai,” pungkas Ma’mun. (Postmetro)

1 Response to "Pengamat: "Jika Teroris Riil Ada di RI, Maka Ahok dan Pejabat Pelindungnya Sudah Lama Lenyap!""

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete