HEBOH...! Beredar Seruan: SEGERA TINGGALKAN USTADZ" SUNNAH, IKUTI USTADZ" WAJIB!

Loading...

TINGGALKAN ‘USTAD SUNNAH’, IKUTI USTAD WAJIB !

Ada-ada aja kelakuan suporter club persiradja (pecinta setia radio rodja) ini. Dengan bangga mereka merilis nama-nama “Ustadz Sunnah” yang mesti diikuti. Sebuah lisensi yang membuat seolah hanya mereka lah pewaris suci estafet dakwah. Yang lain, belum ada jaminannya.

Tidak sedikit orang yang tersinggung dengan rilisan tersebut. Ada yang berkata, “Kalau mereka Ustadz Sunnah, terus yang lain Ustadz bid'ah semua?”.. , Sebenarnya tidak usah terlalu serius menanggapi posting recehan seperti itu. Ambil positifnya saja!

Dalam Islam, ada yang namanya Fiqih Prioritas. Mana yang utama, maka itu harus lebih didahulukan. Jika ada ‘Ustadz Wajib’, kenapa harus ikut ‘Ustadz Sunah’? Bukankah yang wajib lebih utama dari pada yang sunnah. !? 😊

Kita harusnya bersyukur dengan rilisan tersebut. Karena mereka telah memperkenalkan nama-nama “Ustadz Sunnah”. Maka tugas kita selanjutnya adalah mencari siapa Ustadz Wajibnya! Dan biasanya Ustadz Wajib diketahui dari materi kajiannya.

Caranya dengan membandingkannya begini=> semisal ada pamflet kajian tentang: Indahnya Poligami, Hukum Jidat Hitam, Hukum Haidh dan Nifas, hukum jenggot & celana cingkrang, hukum Jima’, dan yang semisalnya.

Sedangkan dalam waktu bersamaan kaum muslimin sedang sibuk berbicara: “Pentingnya Tauhid dalam beragama, kewajiban menegakkan syariat dalam bernegara, kelaparan di Afrika, penderitaan kaum muslimin di Palestina, pembantaian muslim di Suriah, Bahaya laten PKI di indonesia, menuntut penistaan terhadap agama, dll.”

Maka, tinggalkan kajian yang pertama. Karena kajian poligami itu kajian sunnah. Sedangkan kajian menyelamatkan kaum muslimin itu wajib.! Bukankah menyelamatkan kaum muslimin yang menderita dan terjajah itu lebih utama dari sekedar menambah istri atau membahas ‘ujung celana’?

Kabar baiknya, lagi-lagi mereka sudah merilis tempat-tempat Kajian Sunah. Jadi, kita tidak usah lagi repot-repot membandingkan mana materi sunnah dan mana materi wajib.

Kata Rasulullah, “Kalau sudah dikumandangkan iqomah untuk shalat wajib, tidak ada alasan untuk melanjutkan shalat sunnah.” (HR. Muslim)

Kalau sudah jelas mana Ustadz Wajib, tidak ada alasan untuk tetap ikut “Ustadz Sunah”.
(Mari tersenyum 😊)
 ✍ Sahlan Ahmad

2 Responses to "HEBOH...! Beredar Seruan: SEGERA TINGGALKAN USTADZ" SUNNAH, IKUTI USTADZ" WAJIB!"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete